Minggu, 15 Oktober 2017

Konsep Dasar Kurikulum

A. Pengertian dan Konsep Kurikulum Dalam Pendidikan
Pengertian dan Konsep Kurikulum Dalam Pendidikan, menarik untuk di bahas. Istilah kurikulum telah menjadi istilah lazim dunia pendidikan dalam bahasa Indonesia. Secara etimologis atau asal kata, istilah ini merupakan serapan dari bahasa Yunani. Yang awalnya digunakan untuk dalam dunia olah raga, berasal  dari  kata “curir“ artinya pelari. Sementara “curere“ artinya  ditempuh  atau  berpacu. Yaitu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Konsep kurikulum sudah ada sejak zaman Yunani kuno, yakni kumpulan beberapa mata pelajaran yang harus disampaikan oleh guru dan dipelajari oleh siswa.
Mendasarkan pada makna yang terkandung dari beberapa uraian diatas, kurikulum sebagai  program pendidikan harus mencakup :
  1. Sejumlah mata pelajaran atau organisasi pengetahuan.
  2. Pengalaman  belajar  atau  kegiatan  belajar.
  3. Program  belajar (plan for  learning) untuk siswa.
  4. Hasil  belajar  yang  diharapkan.

Dari  rumusan  tersebut, kurikulum diartikan sebagai program  dan  pengalaman  belajar  serta  hasil-hasil belajar yang diharapkan. Rumusan ini juga mengandaikan bahwa kurikulum diformulasikan melalui pengetahuan dan kegiatan yang tersusun secara sistematis yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi dan kompetensi sosial siswa.
Seiring dengan perubahan zaman, pengertian kurikulum berubah. Pandangan  lama,  atau  sering  juga  disebut  pandangan tradisional, merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh  murid  untuk  memperoleh  ijazah.
Pengertian  tadi  mempunyai implikasi  sebagai  berikut:
  1. Kurikulum  terdiri  atas  sejumlah  mata pelajaran.
  2. Mata pelajaran adalah sejumlah informasi atau pengetahuan, sehingga  penyampaian.
  3. mata  pelajaran  pada  siswa  akan  membentuk mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan berpikir. Mata pelajaran  menggambarkan  kebudayaan  masa  lampau. 
  4. Tujuan mempelajari  mata  pelajaran  adalah  untuk  memperoleh  ijazah.
  5. Adanya aspek keharusan  bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama.
  6. Sistem  penyampaian  yang  digunakan  oleh  guru  adalah sistem penuangan (imposisi).Intinya, ruang lingkup kurikulum adalah berkisar pada rencana pembelajaran.
B. Pengertian Dan Konsep Kurikulum Dalam Pendidikan Menurut Para Ahli
Pengertian dan konsep kurikulum Dalam pandangan John Dewey, kurikulum merupakan rekonstruksi yang berkelanjutan. Dimulai dari pengalaman yang dimiliki murid kemudian direpresentasikan dalam pelajaran. Berdasar wawasan Dewey, bisa ditarik kesimpulan bahwa rujukan utama penyusunan kurikulum adalah berakar dari pengalaman masing-masing siswa. Pendapat John Dewey ini juga diamini oleh beberapa pakar hingga tahun 1957. Hampir semua pakar kurikulum sepakat bahwa sumber kurikulum adalah pada pengalaman siswa.
Pandangan baru mengenai kurikulum terliat dari pendapat Ronald C. Doll (1974) yang menyatakan bahwa ruang lingkup kurikulum semakin luas. Termasuk dalam hal isi dan proses kurikulum yang semakin melebar, pemaknaan tentang pengalaman siswa juga ikut melebar, yaitu mencakup pengalaman di sekolah, di rumah, atauapun di masyarakat.
Berbeda dan lebih jauh daru ahlu di atas, Zais memberikan pandanganya tentang ruang lingkup kurikulum. Bahwa kurikulum mencakup dua hal. Yaitu materi pembelajaran dan prosedur dalam proses pembelajaran. Sehingga kurikulum sudah dianggap memiliki kedudukan sentral dalam proses pembelajaran.
Konsep kurikulum dalam arti luas atau modern tidak hanya mencakup tentang rencana pembelajaran saja. Akan tetapi juga mencakup tentang segala sesuatu yang nyata yang terjadi dalam proses pendidikan di sekolah, baik di dalam ataupun di luar kelas. Maka kurikulum bisa diartikan juga sebagai entitas pendidikan yang mengatur tentang kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler.
Pengertian-pengertian dan gagasan-gagasan baru tentang kurikulum akan selalu muncul seiring perkembangan zaman. Teori-teori baru akan muncul karena manusia pemikir pendidikan memang tidak akan pernah merasa puas pada satu hakikat saja.Para ahli-ahli baru dalam bidang pendidikan akan muncul dan membawa serta teor-teori baru pendidikan.
Secara konseptual urikulum secara garis besar mempunyai tiga ranah yaitu :
·        Kurikulum sebagai substansi.
Kurikulum sebagai substansi, yaitu kurikulum dipandang sebagai rencana pendidikan di sekolah atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum digambarkan sebagai dokumen tertulis yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi yang telah disepakati dan di setujui bersama oleh para penyusun kurikulum dan pemangku kebijaksanaan dengan masyarakat.
·        Kurikulum sebagai sistem
Kurikulum sebagai sistem, yaitu sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem sekolah, sistem pendidikan, dan sistem masyarakat. Hasil dari sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. Kurikulum sebagai sistem mempunyai fungsi bagaiamana cara memelihara kurikulum agar tetap berjalan dinamis.
·        Kurikulum sebagai bidang studi.
Kurikulum sebagai suatu bidang studi, kurikulum disisni berfungsi sebagai suatu disiplin yang dikaji di lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi. Tujuan kurikulum sebagai suatu bidang studi adalah untuk mengembangkan ilmu kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari tentang konsep dasar kurikulum, mereka juga melakukan kegiatan penelitian dan percobaan guna menemukan hal-hal baru yang dapat memperkuat dan memperkaya bidang studi kurikulum.

DAFTAR PUSTAKA
Lias Hasibuan, Kurikulum dan Pemikiran Pendidikan (Jakarta: Gaung Persada, 
2010), 2.
I Made Kartikasari Pengertian Peranan dan Fungsi Kurikulum, 1.
Juliper Simanjuntak, Pengertian Peranan dan Fungsi Kurikulum, 4.
——————– Foundations of Curriculum, 3-4.
Sukmadinata, Pengembangan, 4.
Choirul Anam, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Sidoarjo: 
Qisthoh
Digital Press, 
2009), 2.
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan,
 Bagian
I (Jakarta: PT Imperial Bhakti Utama, 2007), 94
https://www.rangkumanmakalah.com/pengertian-dan-konsep-kurikulum-dalam
pendidikan/






60 komentar:

  1. Karena ktmurikulum terlihat mampu meningkat kan proses pembelajaran siswa lebih kreatif dan sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem sekolah, sistem pendidikan, dan sistem masyarakat.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. @yossa. Kurikulum juga harus mempunyai suatu metode penialaian hasil belajar yang diberikan untuk mengetahui dan memperbaiki pencapaian kompetensi. Instrumen penilaian adalah alat untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki setiap peserta didik dan kekurangan tersebut harus diikuti dengan proses perbaikan terhadap kekurangan dalam hasil belajar yang dimiliki peserta didik.

      Hapus
  2. kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Maryani. Betul sekali Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan Pendidikan Tapi Kurikulum juga harus Terkonsep dan TerImplementasikan dengan biak juga harusnya.

      Hapus
  3. Kurikulum 2013 di harapkan dapat membuat peserta didik lebih memahami apa yang telah di pelajarinya dan mampu menerapkannya dalam kehidupan

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Dian Wahyuni. Kurikulum 2013 juga berfungsi sebagai Pedoman yang memberikan arah dan tujuan Pendidikan, serta isi yang harus dipelajari.

      Hapus
  4. Dengan berganti ganti kurikulum apakah dapat menjadi jaminan agar pendidikan lebih maju?

    BalasHapus
  5. Dengan berganti ganti kurikulum apakah dapat menjadi jaminan agar pendidikan lebih maju?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejatinya kurikulum itu dirubah sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan,hasil yg ingin dicapai pada perubahan kurikulum mungkin tidak langsung tampak,tapi pasti akan ada dampak positifnya,namun itu butuh waktu,dan juga dukungan dari para pengajar,agar kurikulum itu dpt dilaksanakan sebagaimana yg diharapkan,itu menurut saya bang@rezi

      Hapus
    2. Sependapat@Rika_fitra adanya suatu perubahan kurikulum tersebut tak lepas kaitannya dengan perkembangan zaman dan kebutuhan, dan sedikit banyak dapat dirasakan hasil positif dari perubahan kurikulum tersebut tergantung para pendidik dan peserta didik melaksanakan kurikulum.tersebut.

      Hapus
  6. Dengan kurikulum 2013 kesempatan siswa berbuat lebih banyak,demikian juga dengan gurunya.Dengan lebih banyak berbuat atau melakukan apalagi di dukung lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan,pembelajaran jd lebih bermakna bg diswa.Insya Allah kalau sudah demikian hasilnya pasti akan lebih baik lagi.begitu kire2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ibukku. Semoga komen dari ibuk bisa bermanfaat bagi teman yg lainnya.

      Hapus
  7. seorang guru harus mengikuti pelatihan agar kurikulum yang ada sekarang ini bisa diterapkan dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih @Yella atas kunjungan dan masukannya.

      Hapus
  8. dengan adanya tuntutan dalam dunia pendidikan, maka penyempurnaan kurikulum dilakukan agar setara antara kebutuhan akan pendidikan dengan perkembangan zaman, kurikulum k 13 merupakan suatu upaya pemerintah yang harus kita dukung dan kita laksanakan sesuai amanat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu dipahami bahwa perubahan kurikulum sebenarnya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kurikulum merupakan instrumen yang membantu praktisi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik

      Hapus
    2. Terima kasih atas masukan kepada bapak @abdul malik dan @suci ati.Semoga bermanfaat untuk yang lainnya

      Hapus
  9. Kurikulum adalah alat utk mencapai suatu pendidikan yg dinamis berarti ini kurikulum hrs selalu di kembangkan sesuai dgn berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yg ada..
    Nah, jd apa prinsip dan landasan kurikulum utk pengembangan pendidikan terutama pd kurikulum pengembangan pendidikan dasar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip kurikulum----->Relevansi->Fleksilibitas->kontinuitas->efektifitas->Efisiensi
      Lanadasan kurikulum--->Filosofis->Psikologis->Sosiologis-Teknologis

      Hapus
  10. ada harapan besar di balik perubahan-perubahan kurikulumum,selain menciptakan insan yang cerdas diharapkan juga akan lahir insan-insan yang penuh dengan akhlak-akhlah yang berbudi mulia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga harapan besar itu bisa terwujud dengan adanya perubahan-perubahan kurikulum pada saat ini sehingga kita semua menjadi insan yang cerdas dan melahirkan insan-insan yang berkwalitas.amin :)

      Hapus
  11. Penentuan dan penggunaan kurikulum yang tepat dan baik akan membantu proses pembelajaran yang baik pula serta hasil yang dicapai juga baik. Penggunaan kurikulum yang tepat tersebut dapat membantu tercapainya hasil belajar yang efektif, produktif, dan kreatif. Selain itu, kurikulum juga berfungsi untuk mengarahkan dan memahami potensi serta kelemahan yang ada dalam diri siswa. Jika telah memahami potensi dan mengetahui kelemahannya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki kelemahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat,cepat dan semangat.Tepat dalam menetukan penggunaan kurikulum, Cepat Menggunakannya dan semangat dan bersungguh-sungguh melaksankannya..

      Hapus
  12. Kurikulum yang digambarkan sebagai dokumen tertulis yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi harus telah disepakati dan di setujui bersama oleh para penyusun kurikulum dan pemangku kebijaksanaan dengan masyarakat terutama pelaksana pendidikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas masukan dan kunjungannya pak.Semoga bermanfaat untuk yang lainny.

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Perubahan kurikulum berdampak positif dan negatif bagi mutu pendidikan. Dimana dampak positif nya siswa bisa belajar dengan perkembangan zaman yang semakin maju siswa dapat menemukan hal baru dalam pembelajaran. Sedangkan dampak negatif nya dengan perubahan kurikulum yang begitu cepat mutu pendidikan menurun hal ini di karenkan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran dengan kurikulum yang baru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mkasih @Intan udah mampir. Maksih atas masukannya.semoga bermanfaat untuk yg lainnya

      Hapus
  15. Kurikulum 2013 lebih menekankan PPK dan Literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kakak dah mau mampir di blog yudhis. Semoga yg di sampaikan bisa bermanfaat untuk yang lainnya.

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. kurikulum memang merupakan aspek penting dari sistem pendidikan. Tetapi kurikulum tidak akan mempunyai pengaruh yang besar jika tidak diiringi dengan peningkatan kualitas/kompetensi maupun skill dr guru. Karena keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kompetensi dari seorang guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya setuju dengan @lusi Indasari yang terpenting Guru harus mempunyai kualitas dan skill dalam melakukan proses belajar.
      Terima kasih dah mampir @lusi Indasari

      Hapus
  18. Selain kurikulum,kwalitas pembelajaran jg dpengruhi olh efektif tdkny kmuniksi yg trjdi di dlmny

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali buk @wirdawati, Kurang nya kwalitas seorang pengajar akan bisa berdampak negatif dalalm prose pembelajaran.
      Terima kasih sudah berkunjung ibukku.

      Hapus
  19. Kurikulum tidak akan berubah jikalau tidak ada permasalahan atau pun suatu yang menyanggal sebelumnya, tentunya saja akan ada harapan baru yg ingin diwujudkan dan untuk mewujudkan itu semua kita membutuhkan tenaga pengajar yg handal, cerdar dab tentunya mempunyai tujuan yg sama sesuai kurikulum.
    Mohon bimbingan😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perkembangan zaman telah memberikan kontribusi besar terhadap seluruh perubahan baik dari segi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Semakin berkembangnya suatu zaman maka semakin tinggi pula tingkat pendidikannya. Dalam perkembangan kurikulum tidak terlepas dari kebutuhan akan pendidikan.

      Hapus
  20. Terimah kasih .informasinya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama ibukku.Semoga bermanfaat untuk yang lainnya juga.:)

      Hapus
  21. Kurikulum indonesia menurut saya akan membebani siswa dengan banyaknya materi yang harus dikuasainya. Akibatnya siswa harus berusaha keras untuk memahami dan mengejar materi yang sudah ditargetkan. Hal ini akan mengakibatkan siswa tidak akan memahami seluruh materi yang diajarkan. Siswa akan lebih cendrung memilih untuk mempelajari atau memahami sepintas tentang materi tersebut. Dampaknya, pengetahuan siswa akan sangat terbatas dan siswa kurang mengeluarkan potensinya, daya saing siswa akan berkurang.
    Saya ingin bertanya bagai mana pendapat anda tentang tidak fokusnya siswa karena materi yg terlalu banyak sehingga dapat menyebabkan tersaingnya siswa indonesia dlam bidang materi tertentu dri negara lain yg lebih fokus pada satu bidang materi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya Terima kasih kepda @Angra yang telah mampir di blog saya.
      Baiklah saya bisa mengambil kesimpulan dari komentar @angra bahwa yang jadi maslahnya membebani siswa terhadap kurikulum yang ada dan tidak fokusnya siswa karena materi yang di terapkan terlalu banyak. Jadi Pertama kita Tidak bisa menyalahkan Pihak mana pun terhadap penerapan Kurikulum di Indonesia, yang mana Kurikulum tersebut akan berkembang dengan perkembangan zaman pada saat sekrang.Semakin berkembangnya suatu zaman maka semakin tinggi pula tingkat pendidikannya.Maka kembali kepada hakekat seorang Guru,kearah tujuan mana impian guru tersebut untuk meningkatkan kwalitas cara proses mengajar terhadap kurikulum yang diterapkan. Penentuan dan penggunaan kurikulum yang tepat dan baik akan membantu proses pembelajaran yang baik pula serta hasil yang dicapai juga baik. Penggunaan kurikulum yang tepat tersebut dapat membantu tercapainya hasil belajar yang efektif, produktif, dan kreatif.Nah apabila Kwalitas Guru tersebut udah di benah dengan didasari oleh kurikulum yang ada maka kita siap untuk bersaing dengan pendidikan mana pun diluar sana.
      Terima kasih@Angra Semoga Ada tambahan komentar dari pengunjung lain untuk melengkapi jawabnnya.

      Hapus
    2. Trimakasih atas responnya min.

      Hapus
  22. Guru merupakan inti dari berjalannya kurikulum atau tidak. percuma bila semua fasilitas yang ada di sekolah tapi guru tidak bisa menjalankannya dengan baik, maka itu akan terkesan percuma :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju @Difa untuk apa kalau fasilitas yang ada disekolah itu lengkap Tapi guru tidak bisa menggunakannya.

      Hapus
  23. Pengembangan kurikulum 2013 perlu didukung oleh semua pihak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sebelumnya ibukku@Halimah
      Betul sekali buk Pengembangan kurikulum 2013 sangat membutuhkan dukungan semua pihak khususnya kepada Seorang Guru karna yang pertama dijukan adalah kepada guru supaya bisa menrapkan kurikulum tersebut dengan baik dan teraarah.

      Hapus
  24. kurikulum merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Firmansyah.Terima kasih telah berkunjung dan memberikan sedikit masukannya.Semoga semua masyrakat bisa memahinya.

      Hapus
  25. bagaimana jika kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah ternyata tidak sesuai jika diaplikasikan di suatu sekolah? Tolong di jelaskan pak yudis??

    BalasHapus
  26. bagaimana jika kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah ternyata tidak sesuai jika diaplikasikan di suatu sekolah? Tolong di jelaskan pak yudis??

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Monic.
      Menurut saya jika kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah tidak sesuai di terapkan di suatu lembaga sekolah, akan terjadinya singkron terhadap proses mengajar pembelajaran.Jika ini terjadi sebaiknya ada kesadaran diri individu seorang guru untuk menyadarinya bahawa yang diterapkan itu tidak sesuai dg apa yg diterapkan.Nah toh kenyataannya jikalau tidak ada perubahan juga sebaiknya Pemerintah ada pengawasan yg lebih ketat lagi kepada guru@ yang salah menerapkan kurikulum tersebut.Terima kasih

      Hapus
  27. Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kk@marisa udah mampir.dan moga yg disampaikan bermanfaat untuk yang lainnya.

      Hapus
  28. Dengan semakin berkembangnya pergertian-pengertian kurikulum pada saat ini, diharapkan bisa diterapkan dengan baik oleh para pendidik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Kurikulu yang terapkan harus bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

      Hapus
  29. Untuk mencapai komponen kururikulum tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, seperti misalnya standar kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jenjang pendidikan tinggi. Agar karakter sisw dapat memenuhi syarat penilaian 😊

    BalasHapus
  30. kurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...

    BalasHapus
  31. Komponen kurikulum sangat bermanfaat untuk pembelajaran disekolah dan tidak dapat dipisahkan...

    BalasHapus
  32. K13 itu sangat penting kita pahami sebelum menerapkan ke peserta didik..
    Karena k13 itu menuntut siswa banyak belajar dirumah, bukan di sekolah. Di sekolah hanya menerapkan saja.
    Sekian dari saya

    BalasHapus

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013