Selasa, 07 November 2017

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013


A.    Pengertian evaluasi kurikulum
Kurikulum merupakan bagian dari pendidikan dalam lingkup yang luas. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Mengevaluasi keberhasilan sebuah pendidikan berarti juga mengevaluasi kurikulumnya. Hal ini berarti bahwa evaluasi kurikulum merupakan bagian dari evaluasi pendidikan, yang memusatkan perhatiannya pada program-program untuk peserta didik. Sedangkan evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kurikulum, baik dalam pembuatan kurikulum baru, memperbaiki kurikulum yang ada atau menyempurnakannya. Evaluasi yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya fase pengembangan ini dengan efektif dan bermakana.
1.      Tujuan evaluasi kurikulum :
Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
a.       Untuk perbaikan program
Bersifat konstruktif, karena informasi hasil evaluasi dijadikan input bagi perbaikan yang diperlukan di dalam program kurikulum yang sedang dikembangkan.
b.      Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak
Diperlukan semacam pertanggungjawaban dari pihak pengembang kurikulum kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Pihak tersebut baik yang mensponsori kegiatan pengembangan kurikulum maupun pihak yang akan menjadi konsumen dari kurikulum yang telah dikembangkan. Tujuan yang kedua ini tidak dipandang sebagai suatu kebutuhan dari dalam melainkan lebih merupakan suatu ‘keharusan’ dari luar.
c.       Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan
Tindak lanjut hasil pengembangan kurikulum dapat berbentuk jawaban atas dua kemungkinan pertanyaan : pertama, apakah kurikulum baru tersebut akan atau tidak akan disebar luaskan ke dalam sistem yang ada? Kedua, dalam kondisi yg bagaimana dan dengan cara yang bagaimana pula kurikulum baru tersebut akan disebarluaskan ke dalam sistem yang ada? Dan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam menjawab pertanyaan diperlukan kegiatan evaluasi kurikulum.
2.      Komponen/ Isi materi
Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya, lingkungan orang-orang, alat-alat, dan ide-ide. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut, untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan dirancang dalam suatu rencana mengajar. Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Pada kurikulum 2013 perlu ada evaluasi terhadap materi pada pelajaran, terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan dengan baik, belum lagi persoalan guru yang kurang berdedikasi terhadap mata pelajaran yang dia ampu.
3.      Metode Pelaksanaan Kurikulum
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara –cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secaraindividual maupun kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan (Ahmadi, 2005 : 52).
Metode Inquiry. Berikut ini adalah contoh metode yang digunakan dalam kurikulum 2013 yaitu metode inkuiri. Metode inquiri adalah metode pembelajaran dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah. Proses inquiri adalah suatu proses khusus untuk meluaskan pengetahuan melalui penelitian. Oleh karena itu metode inquiri kadang-kadang disebut juga metode ilmiahnya penelitian. Metode inquiri adalah metode belajar dengan inisiatif sendiri, yang dapat dilaksanakan secara individu atau kelompok kecil. Metode inquiri merupakan metode pengajaran yang berusaha meletakan dasar dan mengembangkan cara befikir ilmiah. Dalam penerapan metode ini siswa dituntut untuk lebih banyak belajar sendiri dan berusaha mengembangkan kreatifitas dalam pengembagnaan masalah yang dihadapinya sendiri. Metode mengajar inquiri akan menciptakan kondisi belajar yang efektif dan kundusif, serta mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar (Sudjana, 2004 : 154).
4.      Evaluasi Penilaian Dalam kurikulum 2013
Penilaian dalam Kurikulum 2013 Yang dimaksud dengan penilaian di dalam Kurikulum 2013 adalah sama dengan asesmen. Selanjutnya buku pedoman pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 menyebutkan bahwa ada tiga kegiatan yang perlu didefinisikan dalam kaitan dengan konsep penilaian (asesmen), yaitu:
a.       Pengukuran.
b.      Penilaian.
c.       Evaluasi.
Sebenarnya istilah pengukuran, penilaian dan evaluasi mempunyai makna yang tidak sama, tetapi masing-masing saling terkait. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan suatu kriteria atau ukuran. Penilaian adalah proses mengumpulkan informasi/bukti melalui pengukuran, menafsirkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran. Evaluasi adalah proses mengambil keputusan berdasarkan hasil-hasil penilaian.
Cakupan Penilaian Menurut Kurikulum2013 Di dalam Kurikulum 2013, kompetensi inti (KI) dirumuskan menjadi 4 bagian yaitu:
a.       KI-1: kompetensi inti sikap spiritual.
b.      KI-2: kompetensi inti sikap sosial.
c.       KI-3: kompetensi inti pengetahuan.
d.      KI-4: kompetensi inti keterampilan.
Pada tiap materi pokok tertentu akan terdapat rumusan KD untuk masing-masing aspek KI. Jadi, pada suatu materi pokok tertentu, akan selalu muncul 4 KD sebagai berikut:
a.       KD pada KI-1: aspek sikap spiritual (untuk matapelajaran tertentu bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi pokok).
b.      KD pada KI-2: aspek sikap sosial (untuk matapelajaran tertentu bersifat relatif generik, namun beberapa materi pokok tertentu ada KD pada KI-3 yang berbeda dengan KD lain pada KI-2).
c.       KD pada KI-3: aspek pengetahuan KD pada KI-4: aspek keterampilan.

Sumber Referensi         : http://tugasgalau.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-tujuan-evaluasi-kurikulum.html
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2014/06/penilaian-autentik-menurut-kurikulum-2013.html 

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

41 komentar:

  1. Tahap evaluasi dlam k13 ini juga penting agar proses pembelajaran lebih baik lagi kdpannya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ibuk @Difa jefrina...atas saran dan masukannya.:)

      Hapus
  2. Metode dalam pelaksanaan pembelajaran k13 tidak terpaku pada satu metode saja banyak metode yang bisa digunakan dalam pembelajaran begitu pula dengan penilaian tidak hanya penilaian pengetahuan saja karena pembelajaran k13 menggunakan model pembelajaran sain tifik dengan pengembangan 5m padasiswa dan penilaiannya menggunakan penilaian kontektual maka dibutuhkan instrumen penilaian dalam pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa pak, banyak Sekali Metode2 dalam pelaksanaan k13 ini.Tapi saya memaparkan salah satunya saja yakni metode Inquiry...Terima kasih atas saran dan masukannya pak @Muhamad Kohari

      Hapus
  3. Dalam materi k13 perlunya guru profesional dalam mengolah materi melalui metode pembelajaran yang sesuai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya setuju buk,Guru yang profesional adalah guru yang bertanggung jawab dan dapat menentukan metode yang tepat dalam proses pembelajaran. Terima Kasih ibuk @Rosmidar

      Hapus
  4. Nah, mengevaluasi keberhasilan sebuah pendidikan berarti juga mengevaluasi kurikulumnya. Hal ini berarti bahwa evaluasi kurikulum merupakan bagian dari evaluasi pendidikan, yang memusatkan perhatiannya pada program-program untuk peserta didik. Sedangkan evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kurikulum, baik dalam pembuatan kurikulum baru, memperbaiki kurikulum yang ada atau menyempurnakannya. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih ibuk @Yossa Kandya...Betul buk untuk berjalannya dan untuk keberhasilan suatu pendidikan harus ada evaluasi dalam pelaksanaann Kurikulum tersebut.:)

      Hapus
  5. Sebagai suatu cara,metode tidaklah berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khusus dihadapinya, jika memahami sifat-sifat masing-masing metode tersebut. Menurut Winarno Surakhmad dalam Djamarah (2002:89) pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : anak didik,tujuan,situasi,fasilitas dan guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih @Uni Yesi atas masukan dan sarannya.:)

      Hapus
  6. Evaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya buk...Evalusai Kurikulum adalah usaha untuk memperbaiki kurikulum dalam tahap pengembangan yang telah dilaksankan karna adanya Evaluassi ini dapat mencipatakan semua guru lebih siap untuk yang akan datang. Terima Kasih Kak @Suci ati :)

      Hapus
  7. Disetiap pelaksanaan kurikulum, guru dituntut harus lebih kreatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan model-model dalam pembelajaran. agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik dan agar proses belajar mengajar tersebut menjadi lebih menarik bagi siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul buk monic Disetiap Pelaksanaan Kurikulum guru dituntut harus lebiah kreatif dalam menggunakan metode- metode pembelajaran.bukan sekdar itu saja guru hari tepat menentukan metode apa yang sebaiknya di terapkan dalam suatu prosess pembelajaran.Terima kasih

      Hapus
  8. Penilaian pada kurikulum 2013 dapat dilaksanakan dengan variatif misalnya melalui observasi, tulisan, lisan, penugasan, praktek, dan fortofolio.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pak @Abak Umar Atas Masukan dan sarannya. :)

      Hapus
  9. Dengan melakukan evaluasi terhadap kurikulum diharapkan bisa menambah informasi terhadap pelaksanaan/implementasinya di sekolah, serta bisa di jadikan landasan bagi segala pihak terkait termasuk guru untuk berbenah dan melakukan yang terbaik lagi dalam kegiatan pembelajarab di sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak @Rezi denga adanya Evaluasi ini Guru bisa menambah informasi dan bisa dijadikan landasan untuk berbennah dan dapat melakukan yang terbaik lagi kedepannya.Terima kasih

      Hapus
  10. Dengan melakukan evaluasi terhadap kurikulum diharapkan bisa menambah informasi terhadap pelaksanaan/implementasinya di sekolah, serta bisa di jadikan landasan bagi segala pihak terkait termasuk guru untuk berbenah dan melakukan yang terbaik lagi dalam kegiatan pembelajarab di sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak @Rezi denga adanya Evaluasi ini Guru bisa menambah informasi dan bisa dijadikan landasan untuk berbennah dan dapat melakukan yang terbaik lagi kedepannya.Terima kasih

      Hapus
  11. dari paparan pak yudis di atas dpat di simpulkan bahwasanya kurikulum merupakan bagian dari pendidiakan dalalm lingkup yang luas dan merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidiakn,dan dalam hal ini siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya,lingkungan orang-orang,alat-alat dan ide-ide.dan tugas utama seorang guru pun adalah menciptakan lingkungan tersebut ,untuk mendorong siswa melakukan interaksi yg produktif dan memberikan dirancang dlam suatu rencana mengajar dan dalam menentukan materi pembelajran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan di kembangkan.serta dari bnyak metode yg di jelaskan slah satunya metode inquiri di mana dalam metode ini siswa di tuntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan ,penempatan siswa lebih bnyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan suatu msalah..trima ksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Ibuk @Susi Lestari atas kunjungan dan Komentarnya,,,:)

      Hapus
  12. Dari beberapa tujuan kurikulum K13 yang telah d paparkan kiranya tindak lanjut itu yang harus di kembangkan dalam mengevaluasi sejauhmana keterlaksanaan yang telah d capai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya pak @Kusriadi harus ada perkembangan dalam mengevaluasi karna agar Evaluasi ini bisa tau sejauh mana keterlaksanaan yang telah di capai. Terim kasih :)

      Hapus
  13. Evaluasi yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya keberhasilan suatu kurikulum yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul buk @Maryani Evaluasi ini dilakukan untuk mendukung terwujudnya keberhasilan kurikulum dan bertjuna untuk mencapai tujuan pendidikan. Terima Kasih

      Hapus
  14. Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
    Pertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal penerapan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ibuk @Dian Wahyuni atas masukan dan komentarnya..:)

      Hapus
  15. Pemilihan metode yg tepat memang sangat berpengaruh pada proses pembelajaran yudis,apabila metode yg digunakan guru sesuai dengan aspek kebutuhan siswa dan sesuai dengan kondisi zaman sekarang,maka pembelajaran akan lebih bermakna bagi anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Buk @Rika Guru harus memilih metode yang seseuai dalam proses pembelajaran apabila metode yang ditentukan guru tersebut sesuai dengan aspek kebuthan siswa maka proses pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa. Terima kasih

      Hapus
  16. penilaian pada kurtilas dirancang sebaik mungkin agar setiap kompetensi yang ingin dicapai bisa dipenuhi secara maksimal oleh siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak @Syaiful Amri atas kunjungan dan masukannya... :)

      Hapus
  17. Yang mungkin bisa dijadikan salah satu indikator keterlaksanaan kurikulum 2013 adalah pada proses penilaian. Selain mendengarkan keluhan secara langsung dari bapak ibu guru tentang ribet dan rumitnya cara menilai secara autentik, tingkat pemahaman dan keterlaksanaan proses penilaian autentik ini bisa dilihat dari daftar nilai yang dibuat oleh guru. Beberapa celetukan dari orang tua, murid, dan guru yang mungkin bisa dijadikan bahan renungan di antaranya sebagai berikut: "Proses menilainya begitu kompleks dan melelahkan, hasilnya kok seragam. Nilai kok cuma A dan B."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak @Almuttahidin...atas kunjungan dan masukannya...

      Hapus
  18. evaluasi dalam kurikulum memang memiliki peranan penting, dengan adanya evaluasi dalam kurikulum dapat memberikan kontribusi yang positif dalam penerapan setiap komponen dalam kurtilasi tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya pak @Abdul malik Dengan adanya Evaluasi kurikulum bisa memberikan hal positif dalam penerapan suatu komponen dalam kurtilasi tersebut...Terima kasih

      Hapus
  19. Gasil evaluasi pelaksanaan kurikulum dapat digunakan untuk menilai sejauh mana efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kurikulum.

    BalasHapus
  20. Evaluasi kurikulum di laksanakan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.

    BalasHapus
  21. Dengan adanya evaluasi maka kita dapat mengetahui sejauh mana kita melaksanakan kurikulum di sekolah, sehingga kita dapat membenahi kekurangan2 dalam melaksanakan kurikulum.

    BalasHapus
  22. Aslmkm...evaluasi sangatlah penting guna utk mengetahui sejauh mana siswa menerima materi yg disampaikan oleh guru...

    BalasHapus
  23. Secara istilah evaluasi diartikan sbg suatu tindakn atau proses utk mnentukn nilai dr suatu objek

    BalasHapus

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013